Senin, 02 November 2009

Siigma komik Yang aneh.!!!



Seorang misionaris ditangkap di sebuah suku kanibal di pedalaman. Mereka hendak memasak dan memakan misionaris tersebut. Sebelum mulai memakannya, ia dimasukkan ke dalam panci besar.
Tiba-tiba datang kepala suku yang ternyata cukup fasih berbahasa Inggris. Kepala suku tersebut menceritakan kepandaian berbahasa Inggrisnya yang didapat dari kuliahnya di Harvard beberapa tahun yang lalu.
"Anda sekolah di Harvard?" kata sang misionaris, "tapi Anda masih memakan daging sesama manusia?"
"Ya," jawabnya, "tapi sekarang saya telah menggunakan pisau dan garpu dan saya juga telah mengajarkan suku saya untuk menggunakan pisau dan garpu juga."
By' "Siigma Kappu"

Minggu, 01 November 2009

Siigma Koleksi



jika berkata, berkatalah kepada aku tentang kebenaran persahabatan? Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi. Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu. Karena kau menghampirinya saat hati lapa dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan
kata “ya”.
Dan bilamana ia diam, hatimu tiada ‘kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya; karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita; Karena yang paling kaukasihi dalam dirinya, mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.
Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan. Karena kasih yang masih menyisakan pamrih, di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan. Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu. Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu? Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!